Minggu, 17 Maret 2013


Menanti Sebuah Jawaban. Awalnya hanya pertemanan biasa, namun semakin lama aku merasakan sebuah getaran yang berbeda. Cinta. Awalnya aku mengabaikan, aku pura-pura tidak merasakannya. Namun dengan seiring berjalannya waktu..rasa itu semakin jelas kurasakan.
Perhatianmu, sikapmu, tatapan lugu mu, senyuman mu.. itu yang membuat rasa ini begitu jelas aku rasakan.

 Kau memperlakukan aku dengan lembut, menyayangi aku, menghapus air mata ini ketika aku menangis. Kau ulurkan tanganmu ketika aku jatuh. Kau mampu mengubahku menjadi pribadi yang lebih baik. Yaa itulah hebatnya kamu dan kekuatan cinta itu.
Namun, apakah kamu merasakan apa yang aku rasakan? Hmm.. sampai saat ini, aku tidak pernah tau bagaimana perasaanmu terhadapku.  Kamu begitu jelas dimata aku.. namun sampai saat ini perasaanmu terhadapku masih tertutup oleh kabut yang sangat tebal.

Sebenarnya aku ini kamu anggap apa??
Apa susahnya menjawab perasaan ini?
sungguh..aku menyayangimu tulus.. bukan karena ketampananmu, namun karena hatiku nyaman ketika aku ada disampingmu :’) 
hey..look at this pict :)
ini nihh makanan ringan khas dari daerah kuu, Temanggung.. yeeep Pisang Aroma :D so yummy and delicious :d
                                 

DikaaDikoo:                              yeeeeyy One Direction...

DikaaDikoo:                              yeeeeyy One Direction...:                              yeeeeyy One Directions \(^o^)/
                             yeeeeyy One Directions \(^o^)/






kembali ke darat dengan selamat..
cloudy...
chupachups from him :) thankiess alipo


   Ketika Senyum Itu Hilang..                                                                       

     Aku memang sudah puluhan,  bahkan mungkin ratusan kali melewati tempat yang sama ini. Padahal semenjak 1 tahun terakhir aku bersekolah, arah kelasku tidak pernah sejalan dengan sudut itu.
     Hanya ada satu alasan kenapa aku selalu ingin melewati sudut ini. Seorang laki-laki berambut ikal, tubuhnya kurus tinggi, kulitnya kuning. Saat itu ia adalah anak pindahan karena dia mendapat beasiswa dari pemerintah.
     Entah sejak kapan aku ingin selalu melihat wajahnya sebelum memulai kegiatan belajar. Aku juga sudah lupa kapan pertama kalinya aku  menatap laki-laki itu dengan tatapan yang berbeda.
       Hatiku sendiri ingin sekali mengajaknya berkenalan. Tapi lidah ini rasa kelu, tidak bisa bicara sepatah kata pun di depannya. Alhasil aku hanya sekedar memberi senyuman, tanpa tahu apakah dia memperhatikan atau tidak.
        Laki-laki berambut ikal itu memang selalu ada di sudut kelas itu. Satu hal yang sangat membuatku gugup adalah ketika aku melewati sudut tersebut, ia selalu tersenyum. Entah senyum untuk siapa, walau kulihat matanya mengarah padaku.
         Apabila  ada yang tahu tentang rahasiaku ini, pastilah ia akan heran dengan sikapku. Selama setahun terakhir secara tidak langsung saling pandang, tapi aku hanya tahu kelasnya saja.
          Sangat aneh apa yang hatiku rasakan saat ini. Kenal saja belum, tapi aku sudah merasa sangat dekat dengan dirinya. Rambutnya yang ikal dan tidak rapi.
                                                          ***
           Selasa pagi ini mendung dan aku kesiangan. Aku kesal, karena aku jadi lupa membawa novel yang belum selesai kubaca. Bel masuk tinggal dua menit lagi dan untungnya aku sudah berada di dalam sekolah. Hampir saja aku telat.
          Tanpa basa-basi lagi, aku segera berlari ke arah kelasku karena guru Fisika, Pak Wawan sudah terlihat berjalan dari kantor guru.
          Sesampainya di kelas, aku mengatur napasku yang agak fluktuatif saking buru-burunya. Bukan hanya itu, ada sesuatu yang terasa sakit juga. Yaa.. ketika aku melihat laki-laki itu berjalan bersama seorang gadis berjilbab.
             “Bella!”
Aku menoleh ke arah suara yang memanggilku dan menghampirinya, merubah wajah sakitku dan melupakannya cepat-cepat.
            “Udah ngerjain latihan soal yang kemarin Pak Wawan kasih?”tanyanya. Aku menepuk dahiku karena aku baru ingat akan tugas itu. Jawabanku hanya gelengan pasrah. Pagi hari yang tidak indah untukku, terutama karena pagi ini aku telah melihat wajah orang yang aku sukai bersama dengan orang lain.
                                                    ***

             “Be, kamu mau kemana?”
“Kamu duluan aja ke kantin, aku ada urusan,” jawab ku tanpa menoleh dan terus berjalan. Dewi hanya bisa mengangkat bahu dan berjalan ke arah kantin.
               Aku benar-benar heran. Pagi ini laki-laki itu tidak muncul di tempat biasa. Apa yang terjadi pada dirinya ? Aku seperti kehilangan semangat saat kejadian ini terjadi.
               Sampai di lantai dua, dari kejauhan aku dapat melihat sosok laki-laki yang sejak tadi pagi aku tunggu. Ia sudah  anggun  duduk di bangku sudut itu, membuat aku agak kikuk untuk menatap matanya.
                Aku melewati sudut itu dengan pandangan yang mencuri-curi ke arah laki-laki itu. Sedangakan dia untuk kesekian kalinya hanya menatap aku. Setelah aku melewati sudut itu dan menghilang, laki-laki itu langsung berlari dan tersenyum senang.
               Aku sangat bahagia karena siang itu aku telah melihat orang yang aku sukai. Karena sejak tadi pagi, aku  resah sendiri selama pelajaran berlangsung.
               “Untung Vanny bawa majalah, bisa kupinjam deh. Buat ngilangin rasa resah ini,” gumamku senang.
                  Setelah melamun beberapa saat, aku memutuskan untuk kembali ke kelas.
                                                                   ***
                    Siapa namanya ?  Entah kenapa selama ini amu tidak pernah berani untuk bertanya kepada siapapun, siapa nama laki-laki itu. Orang yang selalu membuatku kepikiran terus dan selalu ingin bertemu juga. Walaupun pertemuan aku dengan dia selama ini agak lain dan tidak biasa.
                   Aku ingat saat pertama kali bertemunya di kantin sekolah. Saat itu aku ingin mengembalikan buku ke perpustakaan. Dia memberikan senyuman padaku, membuat hatiku jadi deg-degan.
                   Saat itu,  tepat saat itulah aku penasaran ingin melihatnya lagi. Kemudian ingin melihatnya lagi, lagi, lagi, sampai sekarang pun masih ingin lagi.
                    Kapan aku bisa mengenalnya, bisa berteman dengannya, dan bisa selalu melihat wajahnya dengan bebas tanpa sembunyi-sembunyi seperti ini ? Apakah aku jatuh cinta ? Jatuh cinta kepada seseorang yang hanya ingin aku lihat? Entahlah.
                     Suara ponselku berdering dan menyadarkanku dari lamunan indah di heningnya malam itu.
                                                      ***
                        Saat pulang sekolah adalah saat yang paling aku suka. Karena saat inilah laki-laki itu selalu memberi senyum manis padaku.
                        “Trus kamu maunya gimana? Bentar lagi kan UN, masa iya kamu masih juga mau main-main?”
                         “Siapa bilang aku main-main?”
                           Aku tak sengaja mendengar percakapan beberapa anak yang berpapasan denganku. UN ? Oh, ya. Dia kelas 12 dan sebentar lagi akan menghadapi ujian kelulusan. Dan sampai sekarang aku masih belum berteman dengannya?
                         Aku berusaha untuk bisa mengenal bahkan berteman dengannya. Aku mencari tahu banyak hal tentang dia. Lewat buku tahunan sekolah, lewat teman sekelasnya bahkan lewat jejaring sosial, facebook. Namun hasilnya nihil.
                      Saat jam istirahat, aku berpapasan dengan laki-laki itu. Dan ternyata mata indah itu tertuju padaku. Lagi lagi dia memberikan senyuman padaku. Kami saling pandang tanpa bicara. Dia berlalu tanpa mengerti siapa aku.
“Saka!”  Aku tak sengaja mendengar ada seorang wanita bejilbab memanggil laki-laki itu. Dan ternyata nama laki-laki itu Saka, lebih tepatnya Ajisaka Wardana.
 Aku bahagia, setidaknya aku sudah tahu siapa nama dia.

 11 Januari 2011..
           Hari ini tepat 100 tahun berdirinya SMA KARTINI. Sekolah mengadakan banyak event dihari ini, diantaranya  festival music, festival dance, dll. Suasana sekolah pun seketika menjadi rame, hiruk pikuk para siswa menyiapkan berlangsungnya acara ini.  Aku berniat ingin mengikuti festival music bersama teman satu band ku. Aku bersama Lita, Bagas, Rani, Fikri segera beranjak menuju ruang pendafataran. Disana aku liat sosok laki-laki yang tak asing lagi bagiku. Ajisaka! Ternyata dia menjabat sebagai panitia festival music. Dengan hati yang tidak karuan aku memberanikan diri untuk menyapa nya.
“Hmm.. Permisi, aku mau ndaftar..”
Tak kusangaka dia menatap tajam mataku dan tersenyum padaku. “Ini formulirnya, silahkan diisi. Kalau ada yang kurang paham bisa hubungi aku. Ini nomer ponselku.” Kali pertamanya aku bisa menatap Saka dengan jarak yang dekat, bahkan mendengar suaranya.
Malam ini, 11 Januari 2011..
            Aku melamunkan  sesuatu di depan layar netbook. Hanya aku diruangan ini. Entah apa yang aku lamunkan. Seperti ada dokumenter yang bermain tidak beraturan tanpa suara yang semenjak tadi melintas di pikiranku. Yups! Aku baru ingat kalau tadi pagi Saka memberi nomer ponselnya padaku. Aku langsung terbangun dari lamunanku.
Aku memberanikan diri untuk menyapa dirinya di heningnya malam ini. Tak kusangka dia balas sapaan ku lewat sms. Thanks God..
                                                           ***
24 Februari 2011..
             Aku tak menyangka semua akan seperti ini. Aku dan Saka pun lebih akrab. Inilah yang aku inginkan, tapi apakah hanya sebatas teman ? Aku ingin lebih dari sekedar teman.
Aku merasa jika Saka pun juga menyukai  ku, namun aku pikir mungkin dia ragu untuk menungkapkannya.
            Aku tidak habis pikir. Hari ini Saka sama sekali tidak kelihatan. Capek menunggu, saat bel istirahat,.aku langsung mengambil tindakan. Aku memberanikan diri untuk bertanya pada siswa kelas 12. Satu persatu kucoba tanyai namun tak ada yang tahu diman keberadaan Saka saat ini. Kenapa dia menghilang? Kenapa dia seperti misteri didalam hidupku? Tak lama kemudian ponselku berdering. Ternyata ada sms dari Saka, segera kubaca sms itu dengan napasku yang fluktuatif.
Fr:Ajisaka
24feb’12. 10.45am
Maaf telah membuatmu resah, maaf telah membuatmu marah, maaf telah membuatmu gelisah. Nanti ku akan datang lagi padamu.
Apa maksud kata-kata itu? Apa dia hanya mempermainkan ku ? Seketika air mata itu menetes di pipiku. Ku pandangi sudut demi sudut, namun tak ada sosok laki-laki yang aku tunggu. Kemana dia ??
                                                         ***
30 Februari 2011..
                    Setelah beberapa hari tidak menampakkan dirinya, Saka akhirnya datang menghampiri aku. Dia tak memberikan alasan sepatah kata pun, mengapa saat itu ia tiba-tiba meghilang.
“Be nanti malam ada acara nggak?” sapa Saka
“Enggak. Nanti malam aku free!!” jawabku dengan mata yang berbinar
“Nanti malam aku tunggu di taman kota jam7. Jangan lupa!.” Saka bergegas meninggalkanku, tanpa tahu bagaimana jawabanku.
              Ini seperti mimpi untukku. Tak pernah kusangka, orang yang selama ini aku tunggu ternyata dia menghampiriku. Mungkinkah ini mimpi untukku?
“Tuhan.. Jika memang ini mimpi, segera bangunkan aku dari mimpi indah ini. Namun jika bukan mimpi, abadikan kisah ini Tuhan.” Gumamku dalam hati.
           Tepat pukul 7 malam aku datang ditaman kota. Namun tak ada sosok berambut ikal ditaman ini. Mataku memandang ke segala arah, namun tak ada sosok Saka di pandanganku. Setelah beberapa menit aku menunggu, akhirnya ia datang dengan napas yang fluktuatif.
“Maaf Be aku telat. Tadi ada masalah dikit.” tegur Saka.
“Oh iya, nggak apa-apa. Baru 5menit kok aku nunggu.” Jawabku.
Kami segera meninggalkan taman kota dan bergegas menuju tempat yang kami pilih. Yups , Sekaten di Alun-alun kota tercinta, Surakarta.  Saka menggenggam erat jemariku. Berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Melihat orang-orang hiruk pikuk menjajakan barang dagangan nya. Hujan pun mengguyur seakan ikut meramaikan suasana malam ini. Saka memayungiku dengan jaketnya. Dia tetap menggenggam erat tanganku.  Dan saat itu dia menatap tajam mataku dan berkata “Aku mencintaimu, semenjak aku pindah ke  SMA KARTINI”
Betapa bahagianya aku saat mendengar kata-kata itu. Ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan.
“Be bentar ya, aku mau cari minum dulu buat kamu.”
“Hmm.. iya. Jangan lama-lama ya. Aku takut sendiri.”  Aku resah saat Saka tak kunjung datang.  Sudah 3jam aku menunggu, namun dia tak kunjung datang menghampiriku. Jam sudah menunjukkan pukul 22.30, aku memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dengan hati yang sangat terpukul. Kenapa dia pupuskan harapanku saat aku benar-benar merasa bahagia berada di sampingnya? Aku berjalan menyusuri sudut kota, tak sengaja aku melihat Bram. Dia menghampiriku dan mengantarkan aku pulang. Terimakasih Bram..
                                             ***
                Pagi harinya aku mencari Saka, namun lagi lagi dia menghilang. Tak ada kabar sama sekali. Hmm.. Mungkin benar, aku hanya dipermainkan dia, aku terlalu banyak berharap pada dirinya.
Aku berusaha menghubungi Saka, namun tak ada balasan sama sekali.  Aku tak bisa berbuat apa-apa kecuali sabar. Aku yakin dia pasti akan datang lagi, namun entah kapan.
                                               ***
16 April 2011..
                     Sudah 1bulan Saka tak ada kabar. Dia sudah tidak pernah terlihat disudut koridor itu. Aku telah kehilangan senyumannya. Kenapa dia harus menghilang saat aku merasakan indahnya kebahagiaan itu.
Hari ini, ya.. hari ini kelas 12 melaksanakan UN. Aku mengirim pesan singkat untuk Saka
To: Saka
16apr’11.  6 p.m
Good luck. G B U
Namun dia tak membalas pesan ku itu. 
                                                          ***
10Mei 2011..
                     Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu siswa kelas 12. Tepat tanggal 10Mei 2011, pengumuman kelulusan.  Mataku memandang ke segala arah dan hanya tertuju pada seseorang, Saka! Aku memandanginya saat dia berdiri membaca papan pengumuman. Dia melihat aku dan langsung menghampiriku. “Maaf  nggak pernah ada kabar, bahkan sempat menghilang. Terimaksih untuk semuanya.. Aku lulus dengan nilai A.”dia berkata sambil memelukku.  “Tuhan jika waktu dapat di hentikan, aku ingin  saat ini waktu Engkau hentikan. Aku ingin lebih lama lagi bersamanya.” Gumamku. Aku hanya bisa diam, tanpa mampu berkata sepatah kata pun. Aku mencintaimu,Saka!!
20Mei 2011..
            Saat acara perpisahan, tak terlihat sosok Saka dipandanganku. Aku mencari dia, dari satu ruang ke ruang lain. Aku putuskan untuk bertanya pada Vanda. Vanda adalah perempuan berjilbab yang pernah saat itu kulihat berjalan bersama Saka, dia adalah sahabat Saka. “Kak, Kakak tau Saka dimana? Kok dia nggak keliatan sih?” tanya ku dengan mata yang terlihat berlinang air mata.
“Dek, saat ini udah nggak ada Saka lagi disekolah ini. Saka udah pergi ke Australia. Dia dapat beasiswa ke Luar Negeri. Mungkin dia nggak sempat buat berpamitan sama kamu. Tapi, dia titip salam buat kamu. Cuma kamu yang ada dihati dia, dek.” Seru Vanda
“Kenapa dia tega kayak gitu, Kak ? Aku salah apa?.” Aku memeluk Vanda dengan mata yang terus berlinang air mata.
“Saka Cuma nggak mau liat kamu sedih sayang. Tapi dihati dia cuma ada kamu. Kalaupun dia suka dan cinta sama cewek, ya cewek itu kamu ,dek. Doakan yang terbaik untuk dia, semoga dia disana baik-baik dan bisa menyelesaikan kuliahnya dengan cepat.”
                                                       ***
              Hari demi hari aku lewati tanpa ada senyuman lagi dari sosok laki-laki berambut ikal. Semua telah hilang..
Aku adalah orang yang tidak bisa mengungkapakan dan mengekspresikan sesuatu dengan baik. Aku orang yang takut akan perubahan. Menyukai seseorang bukan berarti harus memaksakan diri untuk menjadi kekasihnya. Menyukai seseorang tidak buruk juga jika kita sekedar hanya sahabatnya.  Aku harap suatu saat kau akan datang lagi padaku, Untuk kembali menyapaku dengan senyuman hangatmu..


Tuhan..
Terimkasih, karena Kau memberi ku kesempatan untuk bisa mengenalnya bahkan memeluknya.
Tuhan..
Kan ku jaga kisah ini hingga akhir hayat ku. Ku yakin semua pasti indah pada waktunya.
                  Hanya bayang senyummu yang mampu mengganti hadirmu saat kau tak ada disisiku.