Bagaimana bisa kamu menyebut cinta itu menyakitkan sedangkan cinta adalah sebuah peredam emosi dan amarah. Kamu salah jika menyebut cinta itu menyakitkan, sesungguhnya yang meyakitkan itu adalah keegoisan kita sendiri. Bisakah kamu hidup tanpa cinta dari orang-orang disekitarmu? bisakah kamu bahagia tanpa hadirnya sebuah cinta? Tidak kan? Jadi, apakah kamu masih akan menyebut cinta itu menyakitkan?
Sebuah konflik tidak akan terjadi jika kita mampu meredam emosi dan keegoisan kita. Kuncinya hanya satu, yaitu cinta.
Seperti yang kita ketahui, negara Indonesia adalah negara pluralisme dengan beragamnya suku, etnis, dan ras. Namun sampai saat ini, kita ketahui bahwa konflik masih saja terjadi didalam lapisan masyarakat. Pengucilan, pengusiran terhadap kelompok tertentu, serta perebutan kekuasaan yang didasari oleh keegoisan yang tinggi dan sikap kurang mencintai. Bagaimanakah dengan nasib Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila, yang diperjuangkan mati-matian oleh pahlawan kita? Apakah kedua pedoman itu telah tergeser oleh besarnya keegoisan kita? Untuk apa kita saling menjatuhkan, saling menjauhi, saling mengucilkan satu sama lain, bukankah perbedaan itu indah? Seharusnya kita bangga dengan beragamnya etnis, suku, dan ras. Bukan malah menodai keberagman itu dengan suatu perilaku yang menyimpang dari Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Kalau bukan kita yang melestarikan keberagaman ini, lalu siapa lagi? Sadarilah negara Indonesia adalah negara yang begitu kaya.
Marilah mulai saat ini kita tanamkan benih-benih cinta didalam hati kita, mencintai sesama mahluk ciptaan Tuhan, saling mengurangi keegoisan, bukankah kita sama dimata Tuhan? Lalu untuk apa kita saling bertentang hanya untuk kehidupan yang fana ini? Mulailah dengan menebar senyum kepada siapapun :) Kita tidak akan miskin dengan memberi senyu kepada sesama, bahkan sebaliknya kita akan kaya dengan hal itu, kaya hati. Hitam akan lebih indah jika ditemani oleh kuning, hijau, , biru, merah, putih, ungu, coklat.
Cukup sekian post saya kali ini, semoga bermanfaat :) terimakasih. GBU all
warbyasah
BalasHapus